Negeri Para Pendebat



Puisi Peradaban
Sastra
#Negeri Para Pendebat




NEGERI PARA PENDEBAT 
By: Nikki Qomurisa

Selamat datang di negeri yang katanya bermartabat.
Selamat berkarya di negeri  yang katanya menjunjung  harkat.
Selamat mengabdi di negeri  yang katanya menghormati  derajat.
Selamat menikmati  sajian keramat di negeri para pendebat.

Masyarakat bilang, entah mana khianat, entah mana pula penasehat.
Semua tampak setara sehat wal afiat.
Tersurat dan tersirat penuh tipu muslihat.
Sungguh malang   nasibmu wahai  negeri para pendebat.

Sang pendebat penikmat mudharat,
Maksiat  dianggap manfaat,
Kufur nikmat itu sudah tabiat,
hingga lupa dunia  akhirat.

Sang pendebat berpesta ria atas penderitaan rakyat,
Berbicara  memikat laksana malaikat,
satu tujuan untuk  memuaskan  hasrat,
soal halal haram, baik buruk,  lewat.

Agama di debat, politik di debat, ekonomi di debat, hasilnya dendam kesumat.
Televisi isinya debat,  gedung DPR  tempat menghujat.
Tak sadarkah disana sini rakyat melarat, anak-anak sekarat.
lihatlah dengan mata hatimu  wahai pejabat terhormat.




Pekanbaru, 15 Mei 2013

0 komentar:

Posting Komentar